Alasan Lampung Jadi Titik Awal Safari Politik Jokowi
Faktor kesiapan koordinasi teknis dari panitia lokal di tingkat provinsi menjadi alasan utama mengapa Lampung terpilih sebagai lokasi pembuka rangkaian kunjungan ini.
Berdasarkan keterangan dari panitia bersama di Solo, agenda tiga hari di Lampung telah dirancang matang untuk memfasilitasi dialog kebudayaan dan peninjauan dampak sosial infrastruktur.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Lampung, Bustami Zainudin, saat mendampingi perwakilan masyarakat di Solo pada Kamis (28/5/2026), mengungkapkan bahwa kunjungan perdana ini memiliki nilai historis bagi warga Lampung yang ingin melihat kembali realisasi proyek strategis nasional (PSN).
“Mereka mengundang semua minta Bapak untuk berkunjung ke Lampung. Kita fasilitasi pertemuan dengan tokoh, masyarakat umum, pelaku seni budaya, pelaku usaha. Bernostalgia juga karena waktu beliau menjadi presiden banyak karya beliau yang betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Trans Sumatera, Lampung lah yang menikmati. Lampung cukup banyak menikmati bendungan-bendungan yang beliau bangun,” papar Bustami pascapertemuan di Solo, Kamis (28/5/2026).
Safari Politik Jokowi Bukan untuk Dongkrak Elektabilitas Gibran
Rencana turun jalannya Jokowi ke sejumlah daerah ini sempat memicu analisis dari beberapa pengamat politik yang mengaitkannya dengan proyeksi elektoral jangka panjang menuju Pilpres 2029, khususnya bagi posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Namun, jajaran organisasi relawan yang hadir dalam pertemuan tertutup di Solo pada Kamis (28/5/2026) meluruskan asumsi tersebut.
Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara (BRN), dr. Relly Reagen, menegaskan bahwa agenda luar kota ini murni difokuskan untuk membantu penguatan struktur organisasi kepartaian PSI di daerah.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia