Ketum BARA JP Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Dasco dan Jokowi, Tegaskan Hubungan Prabowo Tetap Solid

- Senin, 15 Juni 2026 | 15:50 WIB
Ketum BARA JP Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Dasco dan Jokowi, Tegaskan Hubungan Prabowo Tetap Solid


MULTAQOMEDIA.COM - Ketua Umum BARA JP, Willem Frans Ansanay, mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan polemik yang melibatkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan spekulasi ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.

Frans menekankan pentingnya memahami konteks utuh sebelum menilai informasi yang beredar luas di media sosial dan platform digital. Menurutnya, sepulang dari kunjungan ke Chongqing, Tiongkok, ia menerima banyak laporan dari pengurus dan kader BARA JP di berbagai daerah terkait isu dugaan ucapan "Asal Jangan Hidup Jokowi" yang dikaitkan dengan Dasco, serta absennya Jokowi dalam agenda kenegaraan tersebut.

"Mayoritas kader hanya meminta kejelasan dan klarifikasi. Mereka tidak serta-merta menyalahkan siapa pun. Ini menunjukkan masyarakat masih ingin mendapatkan informasi yang utuh dan objektif," ujar Frans kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membangun narasi untuk menciptakan kesan keretakan hubungan antara Jokowi, Presiden Prabowo Subianto, dan Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Frans, Dasco adalah tokoh penting di Partai Gerindra yang memiliki kedekatan dan kepercayaan tinggi dari Presiden Prabowo. Informasi yang menyeret namanya perlu disikapi secara cermat dan proporsional.

"Di era digital dan kecerdasan buatan, informasi bisa dipotong, diedit, bahkan direkayasa sehingga terlihat meyakinkan. Masyarakat harus lebih bijak menyikapi informasi yang viral," tegasnya.

Hubungan Jokowi dan Prabowo Dinilai Tetap Solid


Frans menepis anggapan bahwa polemik yang berkembang dapat mengganggu hubungan Jokowi dan Prabowo. Menurutnya, relasi kedua tokoh dibangun melalui perjalanan politik panjang dengan fondasi kuat. Dukungan Jokowi kepada Prabowo pada Pilpres 2024 menjadi faktor penting dalam konfigurasi politik nasional saat ini.

"Kalau hanya karena isu viral lalu disimpulkan hubungan Jokowi dan Prabowo renggang, itu terlalu jauh. Pak Prabowo adalah sosok rasional yang mampu melihat persoalan secara objektif," tegasnya.

Frans juga menyebut Presiden Prabowo sebagai negarawan yang memahami pentingnya menjaga persatuan bangsa di atas kepentingan politik jangka pendek.

Soroti Polemik Absennya Jokowi


Selain isu Dasco, Willem menyoroti polemik ketidakhadiran Jokowi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang memicu spekulasi politik. Sebagai relawan yang menghormati Jokowi, ia menilai persoalan itu tidak perlu dibesar-besarkan. Ia mengacu pada penjelasan pihak Sekretariat Jokowi yang menyebut undangan acara tidak diterima mantan presiden tersebut.

"Bisa saja terjadi persoalan administratif dalam distribusi undangan. Tidak semua hal harus ditarik ke ranah konflik politik," katanya.

Ia menolak spekulasi yang mengaitkan absennya Jokowi dengan kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di acara yang sama. Banyak tokoh nasional tidak hadir karena agenda masing-masing, sehingga tidak tepat jika ketidakhadiran langsung dikaitkan dengan ketegangan politik.

Tokoh Bangsa Harus Menjadi Simbol Persatuan


Frans menegaskan bahwa hubungan baik antara Jokowi, Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah modal penting menjaga persatuan nasional. Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang membenturkan para tokoh bangsa demi kepentingan tertentu.

"Kedekatan para pemimpin bangsa harus menjadi contoh bahwa perbedaan politik tidak harus berujung pada perpecahan. Bangsa ini membutuhkan persatuan untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan," ujarnya.

Menurut Frans, meski masih ada pihak yang melontarkan kritik atau serangan terhadap Jokowi, mantan presiden tersebut memilih untuk tidak memberikan respons berlebihan.

BARA JP Tegaskan Dukungan kepada Jokowi dan Pemerintahan Prabowo-Gibran


Menutup pernyataannya, Frans memastikan BARA JP tetap berada dalam garis dukungan yang ditunjukkan Jokowi. Seluruh kader di daerah telah diinstruksikan untuk tetap tenang, tidak terpengaruh provokasi, dan fokus mendukung stabilitas nasional.

"Kami belajar dari Pak Jokowi. Sikap kami jelas, tetap tenang, mengamati situasi, dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Posisi BARA JP tetap bersama Pak Jokowi dan bersama pemerintahan Prabowo-Gibran," pungkasnya.

Komentar

Terpopuler