MULTAQOMEDIA.COM - Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai berpotensi mempercepat persaingan antar-elite politik menjelang Pemilu 2029. Bahkan, PSI disebut berisiko menjadi "musuh bersama" jika terus memperluas pengaruh politiknya.
Pengamat politik Selamat Ginting menilai kompetisi akan semakin ketat apabila PSI berkembang menjadi kekuatan politik besar dan mulai bersaing dengan partai-partai lain yang saat ini berada dalam koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto.
"Kompetisi elite akan terjadi jika PSI berkembang menjadi kekuatan besar dan mulai bersaing dengan partai-partai koalisi yang lain, terutama koalisi yang mendukung Prabowo, dalam perebutan pengaruh menuju 2029," ujarnya melalui kanal YouTube Abraham Samad, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, persaingan elite politik diprediksi semakin memanas mulai tahun ini. Proses yang sebelumnya diperkirakan baru akan terjadi pada 2027, kini dipercepat dengan adanya safari politik Jokowi.
Ia juga menilai safari politik tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan elite partai politik karena PSI dinilai tengah memperluas jaringan pengaruhnya.
Persaingan yang terjadi tidak hanya memperebutkan kursi presiden, tetapi juga akses terhadap jaringan politik yang menjadi modal penting dalam kontestasi mendatang.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia