Peran Sufmi Dasco Ahmad dalam Dinamika Kasus
Sufmi Dasco Ahmad mengawal dinamika kasus antara Polri dan Kejaksaan Agung. Dasco meminta agar kasus segera ditransfer ke Kejaksaan paling lambat Senin setelah kejadian. Di DPR, Komisi III membentuk Panitia Kerja (Panja) yang dipimpin Habiburrahman untuk memantau perkembangan kasus. Panja ini melapor langsung kepada Dasco.
Ada kekhawatiran kasus bisa mandek di Kejaksaan karena pengaruh Febrie sebelumnya. Oleh karena itu, diusulkan rotasi jabatan di Jampidsus. Dasco juga memantau agar suasana tidak memanas dan institusi penegak hukum tetap solid.
Rapat Istana dan Reaksi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo menggelar rapat tertutup secara intensif. Ia marah atas penggeledahan tanpa koordinasi, laporan penumpukan pasukan di dekat Widya Candra, serta potensi pembagian institusi. Presiden menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Ia meminta kasus ditangani secara profesional tanpa menimbulkan kegaduhan.
Hingga kini, status Febrie sempat berubah-ubah, mulai dari tersangka, witness, hingga tersangka kembali di Kejaksaan Agung. Polri dan Kejaksaan sempat mengadakan pertemuan damai di Plaza Senayan dengan nuansa kekeluargaan.
Catatan Penting dari Tempo
Tempo menyoroti bahwa kasus ini mencerminkan pola institusi saling menahan satu sama lain. Keputusan sering kali dipengaruhi pertimbangan politik. Laporan Bocor Alus Politik bersumber dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam dinamika tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Sjafrie Sjamsoeddin maupun Sufmi Dasco Ahmad. Perkembangan kasus Febrie Adriansyah dan hubungan Polri-Kejaksaan Agung masih terus dipantau.
Artikel Terkait
Istana Tegaskan Kasus Febrie Jampidsus Jangan Dikaitkan dengan Presiden Prabowo
Xinyi Bantah Investasi Rp174 Triliun di Rempang, Narasi Proyek Era Jokowi Runtuh
SIAGA 98 Desak Presiden Prabowo Evaluasi Kebocoran Informasi Pertemuan Strategis
PDIP Kirim Surat ke BGN Soal Kader di Program MBG, Tunggu Balasan Sampai Sekarang