Bukan Dasco, Praktisi Intelijen Ungkap Teddy Disiapkan Dampingi Gibran di Pilpres 2029
MULTAQOMEDIA.COM - Peta jalan kepemimpinan nasional menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai memanas dengan hadirnya serangkaian analisis strategis mengenai suksesi kepemimpinan di lingkaran puncak kekuasaan. Praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra mengungkapkan dinamika mengejutkan di balik lanskap politik nasional terkini. Bukan nama politikus senior seperti Sufmi Dasco Ahmad yang digadang-gadang memegang peranan utama pada perhelatan Pilpres 2029 mendatang untuk menggantikan Prabowo Subianto. Sebaliknya, radar politik kini tertuju kuat pada sosok Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel (Letkol) Teddy Indra Wijaya yang diproyeksikan bakal mendampingi Gibran Rakabuming Raka menuju panggung kepemimpinan nasional masa depan.
Pernyataan tajam dan sarat analisis politik tersebut disampaikan langsung oleh Sri Radjasa Chandra dalam perbincangan mendalam di kanal YouTube 245 TV, seperti dikutip pada Sabtu (1/8/2026). Analisis ini memberikan sudut pandang baru yang tajam di tengah perhatian publik yang terus menyoroti dinamika politik nasional, hubungan antartokoh elite, serta rancangan strategi jangka panjang kepemimpinan bangsa.
Latar Historis: Prabowo yang Berinisiatif Menggandeng Gibran
Sebelum membeberkan peta jalan menuju perhelatan demokrasi lima tahun mendatang, Sri Radjasa Chandra terlebih dahulu mengurai latar belakang historis yang krusial di balik masuknya nama Gibran Rakabuming Raka ke dalam kertas suara Pilpres 2024 lalu. Berdasarkan keterangannya, proses penetapan putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai calon wakil presiden (cawapres) diwarnai oleh keagresifan dan kesungguhan pribadi dari Prabowo Subianto sendiri.
Radjasa mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto secara intensif meminta Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres pendampingnya. Tidak tanggung-tanggung, permohonan tersebut diajukan langsung oleh Prabowo hingga berulang kali demi memastikan terwujudnya pasangan kepemimpinan tersebut.
Klaim mengejutkan tersebut, menurut Radjasa, bersumber langsung dari informasi terpercaya yang pernah disampaikan oleh politikus senior yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Informasi ini menegaskan betapa gigihnya perjuangan awal dalam merajut koalisi kepemimpinan nasional kala itu.
Menurut Radjasa, fakta historis ini secara otomatis mematahkan berbagai anggapan spekulatif yang selama ini berkembang luas di tengah masyarakat. Informasi tersebut memperjelas siapa sosok utama yang paling berkepentingan dalam mendorong nama Gibran menuju panggung tertinggi kepemimpinan nasional pada kontestasi politik tersebut.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia