Geger! Prabowo Mundur dan Gibran Naik Setelah Agustus 2026? Ini Bocoran dan Faktanya
Isu politik panas kembali mencuat ke permukaan. Kabar mengejutkan tentang kemungkinan Presiden Prabowo Subianto mundur dari jabatannya setelah Agustus 2026 menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Skenario ini disebut-sebut akan berujung pada naiknya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggantikan posisi orang nomor satu di Indonesia. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi spekulasi ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra: Desakan Publik dan Kesehatan Jadi Pemicu
Praktisi intelijen, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, mengungkapkan sebuah skenario yang mungkin terjadi terkait kepemimpinan nasional. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto berpotensi mengundurkan diri bukan tanpa sebab. Dua faktor utama disebut menjadi pemicunya, yaitu desakan publik yang kuat serta kondisi kesehatan yang tidak prima.
"Sesungguhnya begini, kondisi kesehatan Prabowo itu juga tidak baik-baik saja. Yang kita khawatirkan, ketika terjadi gonjang-ganjing mulai Agustus dan seterusnya, bisa saja tiba-tiba Presiden mengundurkan diri karena desakan publik, yang kemudian menggantikannya adalah Wapres," ujar Radjasa dalam kanal YouTube 2045 TV, dikutip Selasa (28/7).
Lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan mendasar antara pengunduran diri dan pemakzulan. "Kalau presiden mengundurkan diri itu berbeda dengan pemakzulan. Mungkin bisa satu paket," imbuhnya. Ia pun menegaskan kembali bahwa kombinasi antara tekanan publik yang masif dan faktor kesehatan menjadi alasan kuat di balik skenario tersebut.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia