MULTAQOMEDIA.COM - Isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di publik. Berbagai elemen dinilai sengaja menghembuskan wacana ini untuk mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Majelis Pro-Demokrasi (ProDem), Iwan Sumule, menegaskan bahwa dorongan penggantian Kapolri merupakan bentuk rongrongan terhadap pemerintahan yang sah. Hal ini disampaikannya kepada RMOL di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.
"Isu pergantian Kapolri dimainkan oleh mereka yang mau membuat kekacauan dan mengganggu Pemerintahan Prabowo," ujar Iwan Sumule.
Menurut Iwan, prestasi Jenderal Sigit selama memimpin Polri dinilai sangat berhasil dalam mendukung program-program prioritas pemerintah. Oleh karena itu, upaya pencopotan Kapolri dianggap sebagai ancaman serius terhadap stabilitas politik nasional.
Di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit, Polri telah mencatatkan sejumlah prestasi gemilang, antara lain:
- Keberhasilan menjaga program swasembada pangan nasional.
- Dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk lebih dari 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
- Pengawalan keamanan nasional yang solid sejak masa pandemi Covid-19, pengamanan Pemilu, hingga penanganan berbagai kerusuhan di beberapa daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan berbagai capaian tersebut, wacana pergantian Kapolri dinilai tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk mengacaukan konsolidasi pemerintahan yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Jokowi Tamat di 2029? Pengamat: Karier Politik Berakhir Jika Gibran Tak Maju dan PSI Gagal ke Senayan
Isu Pergantian Kapolri Mencuat Lagi: DPR Bantah Terima Surpres, Kinerja Listyo Sigit Dinilai Masih Solid
Isu Kerusuhan Jakarta Agustus 2026: Edy Mulyadi Bongkar Spekulasi Dalang di Balik Rumor vs Bantahan Resmi Pemprov dan Polda Metro Jaya
Said Didu Sebut Ada Pengkhianat di Rezim Prabowo di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Bocoran Info atau Serangan Oligarki?