"Saya belum bilang ini tesis, masih hipotesis. Kalau di sini tertulis asal SLTA Jokowi adalah SMA 6 Yogyakarta. Berarti ada dua Joko Widodo. Jadi investigasinya harus ditelusuri lagi," ungkapnya.
Untuk menguji hipotesis tersebut, tim Dokter Tifa berencana melakukan penelusuran data pendidikan di SMA Negeri 6 Yogyakarta serta menelusuri data penerimaan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1980.
"Mulai dari SMA 6 Yogyakarta, kami akan mencari data di dinas pendidikan. Lalu ditelusuri juga pada 1980 UGM menerima berapa mahasiswa bernama Joko Widodo," imbuhnya.
Dokter Tifa kembali menegaskan dugaan yang menurutnya menjadi alasan utama perlunya penelusuran lanjutan dalam kasus ini.
"Ada dua Joko Widodo. Yang satu mengaku alumni SMA 6 Surakarta, sementara di sini ada eviden SMA 6 Yogyakarta. Nah, yang mana ini yang jadi presiden?" tambahnya.
Hingga saat ini, polemik mengenai ijazah Jokowi masih bergulir di ranah hukum. Terbaru, Dokter Tifa resmi mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menguji sah atau tidaknya penghentian penuntutan dalam kasus yang menjeratnya. Sidang perdana dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Artikel Terkait
Deddy Sitorus vs KWP Memanas: PDIP Kirim Somasi ke Erwin Siregar, Tuntut Pencabutan Laporan MKD
Amandemen UUD 1945 Dinilai Ciptakan Presiden Absolut: Pakar Sebut Tiga Dampak Berbahaya di Era SBY, Jokowi, dan Prabowo
Jokowi Tamat di 2029? Pengamat: Karier Politik Berakhir Jika Gibran Tak Maju dan PSI Gagal ke Senayan
Isu Pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Dinilai Upaya Rongrong Stabilitas Pemerintahan Prabowo