Ia bahkan menggambarkan relasi kuasa antara kelompok tersebut dengan presiden secara gamblang. Menurutnya, para mafia tersebut seolah memegang "tengkuk" penguasa sehingga dapat mengarahkan kebijakan sesuai kepentingan mereka.
"Sesungguhnya mereka [mafia] itu memegang cengelnya [tengkuk] penguasa ya, untuk bisa diputar-putar sesuai dengan kemauan oligarki dan para mafia tadi," tutur Amien.
Ia kemudian membeberkan sejumlah sektor yang dinilainya tidak lepas dari praktik mafia. Kondisi inilah yang menurutnya menjadi alasan utama mengapa Indonesia belum dapat disebut sebagai negara yang sepenuhnya berdaulat.
"Di Indonesia ini, tidak ada satu segi kehidupan nasional yang nggak dikuasai mafia. Ada mafia jagung, mafia beras, mafia gula, mafia cabe, juga mafia hukum. Segala kehidupan nasional itu ada mafianya," katanya.
Menurut Amien, kondisi tersebut membuat pemerintah kesulitan menjalankan fungsi utamanya sebagai representasi rakyat. Padahal, pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan kepentingan masyarakat berada di atas kepentingan kelompok tertentu.
Pesan politik yang disampaikan Amien Rais sangat jelas: 81 tahun merdeka belum cukup jika rakyat belum merasakan dirinya sebagai pemegang kedaulatan yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Analisis Rocky Gerung Soal Suplai Energi Politik Hambalang vs Solo
Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 35%, Ancam Prabowo: Siap Berlabuh ke Anies jika Diasingkan Gerindra di Pilpres 2029?
Jokowi Siapkan PSI sebagai Kendaraan Politik Gibran untuk Pilpres 2029: Skenario dan Kalkulasi di Tengah Ketidakpastian
Prabowo Wajibkan Bahasa Asing Sejak SD: Ini 7 Bahasa yang Akan Diajarkan untuk Cetak Generasi Unggul