Partai-partai menengah, kata dia, termasuk PDIP, NasDem hingga Golkar, berpotensi menghadapi persaingan ketat dengan PSI apabila partai tersebut berhasil mendapatkan kursi di DPR.
"Partai-partai di bawah atau menengah tentu saja merasa bahwa mereka akan digerogoti, terutama seperti PDIP. Basis konstituennya hampir sama, juga NasDem, apalagi Golkar yang pragmatis pendukungnya," katanya.
Ia menilai karakteristik sebagian pemilih yang pragmatis membuat persaingan antarpartai semakin terbuka. Dalam kondisi tersebut, partai yang mampu menawarkan daya tarik politik dan dukungan yang lebih kuat berpotensi mengambil suara dari partai lainnya.
"Artinya siapa yang memberi itu yang akan diambil," ujar Selamat.
Dengan demikian, Selamat melihat pertarungan menuju Pemilu 2029 bukan hanya berkaitan dengan perebutan kursi parlemen, tetapi juga menentukan apakah pengaruh politik keluarga Jokowi masih akan bertahan setelah pergantian kekuasaan.
Artikel Terkait
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Jangan Sampai TNI Dipimpin Prajurit yang Tak Pernah Perang
Pengamat Ingatkan Prabowo: Kehancuran Soeharto Berawal dari Dalam Kabinet, Bukan Lawan Politik
Sisa 2 Bulan Deadline Reshuffle Kabinet: Prabowo Didesak Segera Ganti Menteri Sebelum 20 Oktober 2026
Sayembara Ijazah SMA Gibran Tembus Rp1 Miliar, Pegiat Medsos Tantang Termul Buktikan di Depan Publik