“Kita selalu melihat politik itu daily, apa prestasi suatu menteri, menteri yang tersangkut kasus korupsi (misalnya), siapapun yang sudah pernah dipanggil KPK atau diminta penjelasan oleh kejaksaan itu harusnya sudah cacat secara moral,” kata Rocky dikutip dalam akun Youtube pribadinya, Minggu, 10 Agustus 2025.
Akademisi yang dikenal kritis ini melihat kegeraman masyarakat terhadap para pembantu presiden tersebut sebagai syarat mutlak perlunya reshuffle.
Rocky pun meyakini bahwa Prabowo tentu melakukan evaluasi dalam periode setahun pemerintahannya. Lantas, ia pun menyinggung beberapa menteri yang sudah menjadi sorotan publik.
“Dari Golkar kan ada beberapa menteri, Pak Bahlil sendiri dianggap ada cacat dalam beberapa kasus atau bahkan kasus akademis, siapa lagi yang dari Golkar tuh, Pak Menteri Olahraga kan pernah ada kasus soal menara macam-macam itu,” jelasnya.
Aktivis yang disebut-sebut pernah menjadi mentor politik dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini menyebut banyak menteri yang kini menjadi perbincangan publik.
“Dalam aturan moral, menteri-menteri ini memang harus diganti. Jadi aturan penggantian menteri yang kita sebut reshuffle pasti terjadi. Masalahnya, siapa yang menggantikan? Tentu mereka yang oleh presiden dianggap mampu menerjemahkan visi sang presiden,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia