Sikap Gibran yang tak menyalami Bahlil ini pun seakan mengulang apa yang dilakukan Prabowo kepada Menteri ESDM saat hendak terbang ke Singapura dua bulan lalu.
Saat itu, Prabowo menyalami sejumlah menteri yang mendampingi, termasuk Wapres Gibran. Namun saat Bahlil mengulurkan tangan untuk bersalaman, Prabowo hanya menunjuk tanpa membalas uluran tangan Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil belakangan memang sedang diterpa isu diguncang dari kursi Ketua Umum Golkar lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Politisi senior Golkar, Ridwan Hisjam bahkan telah menyampaikan dukungan Munaslub, dengan syarat semua unsur terpenuhi.
Ada empat unsur terjadinya Munaslub Golkar, yakni Ketum melakukan pelanggaran AD/ART, melakukan pidana, berhalangan tetap meninggal dunia atau sakit yang tidak mungkin sembuh, dan mengundurkan diri.
“Banyak (dorongan) karena kader di bawah merasa suara Golkar berkurang. Mereka tahu pemilu hari ini suara kita turun, maka muncullah suara ketidaksenangan dan minta Munaslub dari daerah-daerah. Jadi sejak Pak Bahlil menjadi Ketum, ketika turun jadi muncullah dorongan Munaslub," kata Ridwan dikutip, Kamis malam, 7 Agustus 2025
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI