"Pengamatan astronomi dan teori relativitas Einstein menunjukkan bahwa waktu berhenti di Cakrawala Kosmik. Di jarak khusus itu, hanya ada keabadian," tulis Guillen. Ia menambahkan bahwa wilayah di luar cakrawala tersebut mungkin bisa dihuni oleh entitas mirip cahaya.
Bantahan dan Perspektif Sains Lainnya
Namun, klaim Guillen ini menuai perdebatan di kalangan saintis. Banyak ilmuwan lain menyatakan bahwa waktu tidak benar-benar membeku di cakrawala kosmik. Fenomena yang teramati adalah ilusi yang disebabkan oleh peregangan cahaya akibat ekspansi alam semesta, bukan keabadian harfiah.
Dari perspektif pengamat di Bumi, peristiwa di cakrawala tampak melambat, namun di lokasi tersebut waktu tetap berjalan normal. Analoginya, jika seseorang berada di cakrawala dan melihat Bumi, kehidupan di planet kita akan terlihat sangat lambat, padahal aktivitas sehari-hari berlangsung seperti biasa.
Kesimpulan: Spekulasi yang Kontroversial
Teori Dr. Michael Guillen tentang lokasi Tuhan ini tetap merupakan spekulasi pribadi yang belum didukung oleh bukti ilmiah kuat. Meski menarik karena mencoba menjembatani sains dan teologi, klaimnya dianggap kontroversial dan belum dapat diverifikasi. Perdebatan ini menunjukkan batas antara sains kosmologi dan pertanyaan filosofis tentang pencipta.
Artikel Terkait
Ganti Warna 3 Kali dan Berakselerasi Misterius, Komet Antarbintang 3I/ATLAS Ungkap Perilaku Aneh
Geger Komet 3I/Atlas Disebut Pesawat Alien, BRIN: Itu dari Luar Galaksi, Usianya 7 Miliar Tahun
Benarkah Komet 3I/ATLAS Pesawat Alien? Ini Penjelasan NASA
Ahli Astrofisika Harvard: Aneh, Objek Antarbintang 3I/ATLAS Berubah Warna Menjadi Biru