Meskipun kualitasnya setara BBM mahal, harga jual Bobibos justru sangat rendah. Jika BBM dengan RON 98 di pasaran biasanya dijual seharga Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, Bobibos hanya dipatok di kisaran Rp4.000 sampai Rp5.000 per liter. Harga ini bahkan lebih murah daripada harga Pertalite saat ini. Hal inilah yang membuat Bobibos dijuluki sebagai penyelamat dompet rakyat.
Rahasia Biaya Produksi Rendah: Limbah Jerami Jadi Emas
Lalu mengapa harganya bisa sangat murah? Kuncinya ada pada bahan baku dan teknologi yang digunakan. Bobibos diproduksi menggunakan bahan baku jerami atau limbah sisa panen padi para petani. Jerami diolah menggunakan mesin biokimia khusus yang dirakit oleh PT Inti Sinergi Formula. Biaya produksinya pun sangat efisien, yakni berada di bawah Rp5.000 per liter.
Manfaat Ganda: Untungkan Petani dan Kurangi Impor BBM
Kehadiran Bobibos tidak hanya menguntungkan pengguna kendaraan, tetapi juga para petani. Limbah jerami yang biasanya dibakar kini memiliki nilai ekonomi karena bisa dijual sebagai bahan baku produksi. Selain itu, penggunaan Bobibos dapat membantu pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor BBM fosil. Inovasi ini juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perputaran uang di daerah-daerah sentra pertanian.
Status Produksi dan Dukungan Pemerintah
Saat ini, Bobibos sudah memasuki tahap produksi massal di Timor Leste melalui kerja sama dengan mitra lokal. Di Indonesia, Kementerian ESDM telah memberikan lampu hijau dan menginstruksikan pengembang untuk fokus pada pengembangan jenis bensin. Pemerintah mulai melihat Bobibos sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan karena berasal dari sumber nabati terbarukan.
Artikel Terkait
CEO Palantir: Dua Kunci Sukses Bertahan di Era AI – Pelatihan Kejuruan & Neurodivergensi
Ilmuwan Harvard Klaim Temukan Lokasi Tuhan: 439 Miliar Triliun Km, Benarkah?
Ganti Warna 3 Kali dan Berakselerasi Misterius, Komet Antarbintang 3I/ATLAS Ungkap Perilaku Aneh
Geger Komet 3I/Atlas Disebut Pesawat Alien, BRIN: Itu dari Luar Galaksi, Usianya 7 Miliar Tahun