Subsidi BBM Malaysia Melonjak 4 Kali Lipat, Ini Penyebab dan Dampaknya
Pemerintah Malaysia memproyeksikan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) mengalami pelonjakan drastis. Angkanya diperkirakan melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi sekitar RM 3,2 miliar atau setara Rp 13,7 triliun per bulan.
Penyebab Utama: Harga Minyak Global dan Konflik Iran
Lonjakan beban subsidi ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah di pasar global. Eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, menjadi faktor pendorong utama ketidakstabilan harga energi dunia.
Harga BBM Tetap Dipertahankan Meski Subsidi Membengkak
Menteri Keuangan II Malaysia, Amir Hamzah Azizan, mengungkapkan bahwa sebelumnya subsidi BBM hanya sekitar RM 700 juta per bulan. Meski biaya subsidi membengkak, pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi saat ini.
Harga bensin RON95 untuk masyarakat yang memenuhi syarat tetap dijaga di level RM 1,99 per liter (sekitar Rp 7.700) melalui skema subsidi BUDI95.
Artikel Terkait
Pajak Rumah Sewa 2027: Pemerintah Incar Pemilik Rumah Kedua dan Juragan Kontrakan
Pemerintah Lunasi Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Pakai APBN, Dicicil 6 Tahun
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Agustus 2026: Daftar Lengkap Pertamax, Turbo, dan Dexlite di Seluruh Wilayah Indonesia
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun