Amir Hamzah memberikan rincian kenaikan subsidi per jenis BBM:
- Subsidi Bensin: Mencapai RM 2 miliar (sekitar Rp 8,6 triliun) per bulan.
- Subsidi Diesel: Meningkat menjadi RM 1,2 miliar (sekitar Rp 5,1 triliun) per bulan.
Kesiapan Fiskal dan Jaminan Pasokan BBM
Pemerintah Malaysia menyatakan masih mampu menanggung kenaikan biaya ini berkat reformasi fiskal dan konsolidasi anggaran selama tiga tahun terakhir. Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga menjamin keamanan pasokan bensin dan diesel di dalam negeri.
"Malaysia memiliki pasokan bensin dan diesel yang cukup. Tidak ada gangguan terhadap ketersediaan bahan bakar domestik," ujar Amir Hamzah seperti dikutip Free Malaysia Today.
Dampak dan Langkah Ke Depan
Meski pasokan energi dinyatakan stabil, Amir Hamzah mengakui bahwa Malaysia tetap terdampak kenaikan harga energi global. Kebijakan mempertahankan harga BBM memberi tekanan signifikan pada anggaran negara.
Dengan harga minyak dunia yang berkisar di level US$ 100 per barel dan konflik yang berpotensi berlangsung lama, pemerintah menyatakan akan mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk mengurangi beban anggaran sekaligus melanjutkan reformasi fiskal yang tepat.
Artikel Terkait
Harga Pertalite Naik 2026? Simak Jadwal & Penyebab Kenaikan Usai Lebaran
Harga Pertamax Bisa Tembus Rp 20.700 per Liter? Ini Analisis dan Dampak Geopolitik
Rupiah Sentuh Rp17.000, Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Masih Ekspansi, Resesi Jauh
Rupiah Tembus Rp 17.000! Ini Penyebab Utama & Dampaknya Bagi Inflasi