"Ini perannya sebagai masuk klaster 4 yang ikut membuntuti korban, dan tersangka atas nama EG," ujar dia.
Sementara itu, motif otak pembunuhan adalah memindahkan uang yang berada di rekening dormant ke rekening yang telah disiapkan. Mereka pun memilih MIP secara acak karena mendapatkan kartu nama korban.
"Dalam proses pencarian itu, mereka mendapatkan dari orang-orang di lapangan mendapatkan kartu nama tersebut sehingga saat DH setuju melakukan tindakan opsi 1 penculikan nah, si K memberikan kartu nama kacab dan dikirim kepada DH," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKP Abdul Rahim
Sumber: inews
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp10 Juta per Minggu dari Bandar
KPK Ungkap Modus Keluarga Bupati Fadia Arafiq Kuasai Proyek RSUD Pekalongan Senilai Rp46 Miliar
Beda Keterangan OTT KPK: Fadia Arafiq Klaim Bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Bantah
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU Semarang