Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengungkapkan informasi penting. Ia menyebut Dito berada di lingkar inti pembahasan kuota tambahan 20 ribu jamaah, yang justru tidak melibatkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Menurut pengakuan yang diterima Islah dari Yaqut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri yang memimpin langsung pembahasan kuota tambahan dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan memilih untuk mengajak Dito Ariotedjo. "Yang diajak Presiden itu Dito, bukan Menteri Agama," tegas Islah seperti dikutip dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored.
Selain Dito, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi juga didampingi oleh Menteri BUMN kala itu, Erick Thohir, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.
Upaya Penguluran Waktu Pemeriksaan DPR?
Islah Bahrawi juga mengungkapkan bahwa Menteri Agama Yaqut sempat berniat hadir memberikan keterangan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji DPR. Rencana itu urung terlaksana karena Presiden Jokowi melarang Yaqut hadir dan menugaskannya untuk menggantikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis.
Menariknya, perjalanan dinas yang awalnya direncanakan tiga hari itu diperpanjang hingga 24 hari atas arahan Presiden. Islah menduga langkah ini merupakan upaya untuk mengulur waktu hingga masa kerja pansus DPR berakhir, sehingga menghambat investigasi lembaga legislatif.
Pemeriksaan terhadap Dito Ariotedjo oleh penyidik KPK diharapkan dapat memberikan titik terang baru dan mengungkap lebih dalam alur serta aktor-aktor di balik dugaan korupsi kuota haji yang telah menyita perhatian publik.
Artikel Terkait
KPK Periksa Mantan Menpora Dito Ariotedjo Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
KPK Dalami Peran Ahmad Husein, Mantan Koordinator Demo Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Pati
Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan, Pengakuan Marcella untuk Bela Harvey Moeis
Rustam Effendi Klaim Tahu Pembuat Ijazah Jokowi Palsu, Sebut Eggi Sudjana Terlibat?