Ahok mengungkapkan, Mas’ud Khamid lebih memilih diberhentikan daripada menandatangani proses pengadaan yang dinilainya menyimpang. Sementara Joko Priyono disebut sebagai sosok yang memiliki pemahaman mendalam soal teknis kilang.
Desakan untuk Periksa Pimpinan Tertinggi
Merasa ada kejanggalan dalam keputusan pencopotan tersebut, Ahok mendorong penyidik untuk mengusut tuntas dengan memeriksa pihak-pihak terkait.
“Makanya saya selalu bilang ke pak jaksa, periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot?” cetus Ahok dalam persidangan. Pernyataan ini sempat memicu tepuk tangan dari pengunjung sidang sehingga hakim memberi teguran.
Tanggapan Jaksa Penuntut Umum
Menanggapi dorongan Ahok, JPU menyatakan bahwa keterangan mengenai pemeriksaan Erick Thohir dan Joko Widodo tidak berkaitan langsung dengan posisi Ahok sebagai saksi dalam perkara yang sedang digali. Jaksa menilai tidak ada dokumen atau keterangan detail dari Ahok yang dapat menguatkan fakta hukum terkait hal tersebut.
Perkembangan sidang dugaan korupsi minyak mentah Pertamina ini terus menjadi sorotan publik, menyusul keterangan-keterangan penting dari mantan petinggi perusahaan pelat merah tersebut.
Artikel Terkait
MAKI Kantongi Bukti Pejabat BGN Punya 20 SPPG, Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Baru
KPK Geledah Rumah Silmy Karim di Jakarta Selatan, Dikawal Ketat Brimob Bersenjata Lengkap
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Sebelum Tersangka, Demokrat: Langkah Tegas Berantas Korupsi Program MBG
Mantan Wakil BGN Sony Sonjaya Jadi Justice Collaborator, Siap Bongkar Tokoh Besar di Kasus Korupsi MBG