Kuasa hukum lainnya, Dimas Asep, mengungkapkan proses mediasi telah dilakukan beberapa kali. Bahkan, Indira sempat bertemu langsung dengan Ahmad Sahroni sebelum pencabutan laporan. "Kebesaran hati beliau, dia langsung mau menerima dan akhirnya kita berdiskusi," kata Dimas.
Permohonan Maaf dari Influencer
Indira Berliana Dewi dan Rena Romansa secara terbuka menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf. "Saya mohon maaf sebelumnya atas kegaduhan yang pernah saya lakukan," kata Indira.
Indira mengaku hanya mengikuti tren saat mengedit foto Sahroni menggunakan AI. "Awalnya kita FOMO menggunakan AI, template dari prompt Gemini AI. Kita ngikutin yang lagi trending. Karena kita content creator, jadi kita menggunakan itu untuk menambahkan engagement. Ya itu kesalahan yang kita buat," ungkapnya.
Rena juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus. "Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak ke Bapak Ahmad Sahroni dan juga permohonan maaf yang sangat tulus dengan sepenuh hati," pungkas Rena.
Kasus hukum antara anggota DPR Ahmad Sahroni dengan dua influencer ini akhirnya berakhir dengan jalan damai, menekankan pentingnya penyelesaian di luar pengadilan dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi AI di media sosial.
Artikel Terkait
MAKI Kantongi Bukti Pejabat BGN Punya 20 SPPG, Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Baru
KPK Geledah Rumah Silmy Karim di Jakarta Selatan, Dikawal Ketat Brimob Bersenjata Lengkap
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Sebelum Tersangka, Demokrat: Langkah Tegas Berantas Korupsi Program MBG
Mantan Wakil BGN Sony Sonjaya Jadi Justice Collaborator, Siap Bongkar Tokoh Besar di Kasus Korupsi MBG