Kuasa hukum lainnya, Dimas Asep, mengungkapkan proses mediasi telah dilakukan beberapa kali. Bahkan, Indira sempat bertemu langsung dengan Ahmad Sahroni sebelum pencabutan laporan. "Kebesaran hati beliau, dia langsung mau menerima dan akhirnya kita berdiskusi," kata Dimas.
Permohonan Maaf dari Influencer
Indira Berliana Dewi dan Rena Romansa secara terbuka menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf. "Saya mohon maaf sebelumnya atas kegaduhan yang pernah saya lakukan," kata Indira.
Indira mengaku hanya mengikuti tren saat mengedit foto Sahroni menggunakan AI. "Awalnya kita FOMO menggunakan AI, template dari prompt Gemini AI. Kita ngikutin yang lagi trending. Karena kita content creator, jadi kita menggunakan itu untuk menambahkan engagement. Ya itu kesalahan yang kita buat," ungkapnya.
Rena juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus. "Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak ke Bapak Ahmad Sahroni dan juga permohonan maaf yang sangat tulus dengan sepenuh hati," pungkas Rena.
Kasus hukum antara anggota DPR Ahmad Sahroni dengan dua influencer ini akhirnya berakhir dengan jalan damai, menekankan pentingnya penyelesaian di luar pengadilan dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi AI di media sosial.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi DJKA: Budi Karya Sumadi Disebut Perintahkan Setor Dana Rp5,5 M untuk Pilpres 2024
Aiman Witjaksono Diperiksa Polda Metro Jaya Kasus Ijazah Jokowi: Kronologi & Fakta Terbaru
Vonis 5 Tahun Penjara untuk Nurhadi: Eks Sekretaris MA Terbukti Gratifikasi Rp137 Miliar & Pencucian Uang Rp308 Miliar
Ahli Hukum Sebut Gugatan Citizen Lawsuit Ijazah Jokowi Salah Alamat, Ini Jalur yang Tepat