Bantahan Tegas Jusuf Kalla
JK dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pendanaan seperti yang dituduhkan. Menurutnya, keterangan dari Rismon Sianipar bukan hanya fitnah, tetapi sudah termasuk penghinaan.
Hubungan kerja sama selama lima tahun dalam pemerintahan bersama Presiden Jokowi menjadi alasan utama JK menyangkal. "Sangat tidak etis bagi saya. Pak Jokowi itu presiden yang saya wakilinya. Kami sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama 5 tahun, masak saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan," tegas JK.
Tanggapan atas Bantahan Terlapor
Meski Rismon Sianipar disebutkan telah membantah keterlibatannya, JK menyoroti bahwa bantahan tersebut tidak menyentuh substansi isi tuduhan. "Apapun bantahannya, dia hanya mengatakan itu bukan dia yang melakukan. Tapi, tidak membantah isinya. Hanya membantah bukan dia yang bikin. Bisa saja dia minta orang lakukan. Dia kan tidak membantah bahwa saya membayar Rp5 miliar," pungkas JK.
Kasus ini kini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Bareskrim Polri.
Artikel Terkait
KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar di OTT Kasus Korupsi Lombok Barat
Polda Metro Jaya Terima Laporan PWI Terkait Dugaan Penghinaan Hotman Paris Terhadap Wartawan
Hotman Paris Resmi Dilaporkan PWI ke Polda Metro Jaya, Terancam Pasal Penghinaan Profesi Wartawan
PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polisi atas Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan