Skandal Eks Jampidsus: Potret Kejahatan Struktural Korupsi Batu Bara hingga Pencucian Uang

- Jumat, 24 Juli 2026 | 01:25 WIB
Skandal Eks Jampidsus: Potret Kejahatan Struktural Korupsi Batu Bara hingga Pencucian Uang

MULTAQOMEDIA.COM - Skandal korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dinilai sebagai potret nyata kejahatan struktural. Kasus ini merambat dari hulu ekstraksi sumber daya alam hingga bermuara pada krisis penegakan hukum di Indonesia.

Penuntasan kasus ini harus diungkap dari hulu ke hilir. Pengungkapan tidak hanya menyasar aktor lapangan, tetapi juga aktor intelektual dan pihak yang memberikan perintah. Diduga, orang kuat di balik layar merupakan bagian dari jaringan kejahatan bersama eks Jampidsus.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi umum bertajuk "Dari Korupsi Batu Bara PLTU Hingga Pencucian Uang: Membedah Anatomi Korupsi dan TPPU dalam Skandal Eks Jampidsus Kejagung". Acara ini diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juli 2026.

Ketua Umum Kompak Indonesia, Martinus Gabriel Goa, menegaskan proses hukum di Kejaksaan Agung perlu diawasi masyarakat luas. Kekhawatiran muncul karena adanya potensi konflik kepentingan atau istilah "jeruk makan jeruk".

"Selain jeruk makan jeruk, ada indikasi kuat Febrie Adriansyah dilindungi oleh orang kuat di baliknya. Hingga saat ini ia belum ditahan kejaksaan, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian," jelas Gabriel dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.

Gabriel menambahkan, kasus ini mengagetkan banyak pihak. Seorang mantan Jampidsus seharusnya menjadi teladan penegakan hukum, namun justru tersandung kasus korupsi.


Halaman:

Komentar