Penggerebekan Kampung Bahari: Satu Polisi Terluka, BNN Sita 98 Kg Sabu dan Aset Rp39,9 Miliar
MULTAQOMEDIA.COM – Operasi penggerebekan jaringan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis, 13 Agustus 2026, diwarnai aksi perlawanan yang menyebabkan satu anggota Polri mengalami luka-luka. Insiden ini menjadi sorotan utama dalam upaya pemberantasan narkoba di ibu kota.
Kronologi Perlawanan Saat Penggerebekan
Direktur Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Roy Hardy Siahaan, mengungkapkan bahwa anggota polisi tersebut terluka di bagian bawah mata akibat serangan dari sekelompok massa. Massa tersebut diduga merupakan loyalis dari gembong narkoba berinisial MR, yang lebih dikenal dengan julukan Bos Gendut. MR selama ini disebut-sebut sebagai salah satu pengendali utama peredaran narkoba di kawasan Kampung Bahari.
Perlawanan Loyalis dan Upaya Evakuasi
"Ada perlawanan dari beberapa loyalis dari MR, termasuk orang-orang yang bercokol di Kampung Bahari. Sehingga ada salah satu dari anggota kami, anggota Polri, yang terluka di bagian bawah mata," kata Roy dalam keterangannya. Meskipun menghadapi perlawanan sengit, petugas gabungan berhasil mengevakuasi anggota yang terluka dan mengamankan dua orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan narkoba tersebut.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Rektor Unsoed Tersangka Gratifikasi Rp680 Juta dari PMB Jalur Mandiri 2025-2026
KPK Periksa Mantan Wabup dan 8 Pejabat Sukoharjo, Bongkar Kode Rahasia Padakno Karo Bapak dalam Kasus Pemerasan Etik Suryani
Kejagung Buka Suara: Trading in Influence di Kasus Jampidsus Febrie Bukan Pasal Pidana, Ini Penjelasan Lengkapnya
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diciduk KPK: Uang Ratusan Juta Diamankan dalam OTT Suap Penerimaan Mahasiswa Baru