Kemudian Abdul Aziz dilantik menjadi Bupati Kolaka Timur bersama 280 pasangan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota se-Indonesia di Istana Negara, Kamis (20/2/2025) siang oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebelum menjabat sebagai bupati, Abdul Aziz pernah menjadi Plt Bupati Kolaka Timur 2022.
Politisi Partai NasDem ini menggantikan bupati sebelumnya Andi Merya Nur yang juga terkena OTT KPK di tahun 2021.
KPK juga pernah melakukan OTT di wilayah Sulawesi Tenggara pada 2021.
Kala itu, Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur, terjaring operasi tangkap tangan pada Selasa malam, 21 September 2021.
OTT tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur.
Usai berita penangkapannya dimuat media, Abdul Aziz membantah telah ditangkap KPK.
Ia mengaku tengah berada di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Saya tidak tahu, di Kendari ini (saat ditanya posisinya)," kata Abdul Azis, dikutip dari Antara, Kamis (7/8/2025).
Dalam sambungan telepon seperti dimuat Kompas Tv, Abdul Aziz tidak hanya dikonfirmasi mengenai kabar OTT KPK terhadap dirinya tetapi juga dua orang stafnya yang terjaring OTT KPK.
Namun, seketika Abdul Aziz mematikan telepon saat dikonfirmasi perihal tersebut
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp10 Juta per Minggu dari Bandar
KPK Ungkap Modus Keluarga Bupati Fadia Arafiq Kuasai Proyek RSUD Pekalongan Senilai Rp46 Miliar
Beda Keterangan OTT KPK: Fadia Arafiq Klaim Bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Bantah
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU Semarang