Iran Siapkan Ribuan Kuburan untuk Tentara AS, Tanda Persiapan Hadapi Eskalasi?
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan sebuah langkah persiapan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Organisasi "Behesht Zahra", yang mengelola pemakaman terbesar di Teheran, dikabarkan telah menyiapkan lokasi pemakaman sementara berisi ribuan kuburan di pinggiran kota. Kuburan massal ini diklaim khusus disediakan untuk korban tewas dari pasukan Amerika Serikat dalam skenario konflik yang mungkin terjadi.
Langkah Proaktif atau Pesan Politik?
Divisi Hubungan Masyarakat organisasi tersebut menyatakan tindakan ini sebagai bagian dari persiapan proaktif mengingat ketegangan regional dan kebijakan AS di kawasan. Meski tidak ada penjelasan resmi detail atau jadwal pelaksanaannya, langkah ini dianggap mencerminkan tingkat kesiapan strategis Iran. Biasanya, Behesht Zahra menangani layanan pemakaman warga sipil dan darurat, sehingga pengumuman persiapan khusus untuk tentara asing ini menjadi hal yang sangat luar biasa.
Dukungan Militer Rusia dan China kepada Iran
Laporan ini muncul di tengah informasi tentang penguatan militer Iran. Koresponden Aljazeera di Teheran melaporkan, pengiriman senjata dari Rusia dan China telah tiba sejak "Perang 12 Hari" pada Juni 2025. China disebut berperan penting dalam memperkuat kemampuan rudal Iran, sementara Rusia dikabarkan rutin mengirimkan berbagai jenis proyektil hampir setiap pekan, mencerminkan kemitraan strategis yang menguat pasca-eskalasi.
Konteks: Perang 12 Hari dan Latihan Militer Bersama
Pada Juni 2025, Israel dengan dukungan AS melancarkan serangan selama 12 hari terhadap target militer, nuklir, dan sipil Iran. Iran membalas dengan menargetkan markas militer dan intelijen Israel. Dalam atmosfer ini, Iran juga bersiap menggelar manuver militer laut bersama Rusia dan China yang disebut "Sabuk Keamanan". Waktu pelaksanaan latihan ini dianggap mengandung makna politik dan militer yang signifikan.
Kesimpulan
Persiapan kuburan massal untuk tentara AS oleh Iran dapat ditafsirkan sebagai pesan deterensi politik dan kesiapan nyata menghadapi skenario terburuk. Langkah ini, ditambah dengan penguatan alutsista dari Rusia-China serta latihan militer bersama, semakin memanaskan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan menyoroti potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Artikel Terkait
Kesiapan Militer AS Serang Iran: Pentagon Laporkan Opsi ke Trump, Iran Balas dengan 1.000 Drone Baru
Ancaman Iran Serang Tel Aviv: Respon Belum Pernah Terjadi Jika AS Serang
Ledakan di Teheran 2026: Uji Coba Militer Iran atau Ancaman Serangan AS?
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz 2024: Respons NOTAM & Ancaman AS