Ia memperingatkan bahwa perluasan perang yang tak terhindarkan hingga mencakup negara-negara lain di kawasan harus menjadi perhatian bersama. Pengalaman masa lalu menunjukkan konflik di region ini dapat dengan cepat meningkat menjadi perang besar di luar kendali pihak yang memulai.
Shamkhani menekankan, Iran akan mengambil langkah-langkah yang lebih substansial dan efektif untuk mempertahankan keamanan nasional dan integritas wilayahnya jika diserang.
Negara Teluk Bersikap Hati-Hati di Tengah Ketegangan
Ketegangan AS-Iran memanas menyusul pernyataan dan pergerakan militer Amerika Serikat. Situasi ini bertepatan dengan laporan media bahwa Washington telah memberi tahu sekutunya tentang kemungkinan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat.
Sebagai respons, Teheran mengancam akan meluncurkan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bisa menyasar pangkalan AS dan Israel. Di tengah ancaman ini, upaya mediasi dilakukan oleh negara-negara regional untuk mencegah konflik skala penuh.
Sikap hati-hati ditunjukkan oleh negara-negara Teluk yang dilaporkan menolak mengizinkan wilayah udara atau perairan mereka digunakan untuk aksi militer terhadap Iran, mencerminkan kekhawatiran akan eskalasi yang tidak terkendali.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan