Ia memperingatkan bahwa perluasan perang yang tak terhindarkan hingga mencakup negara-negara lain di kawasan harus menjadi perhatian bersama. Pengalaman masa lalu menunjukkan konflik di region ini dapat dengan cepat meningkat menjadi perang besar di luar kendali pihak yang memulai.
Shamkhani menekankan, Iran akan mengambil langkah-langkah yang lebih substansial dan efektif untuk mempertahankan keamanan nasional dan integritas wilayahnya jika diserang.
Negara Teluk Bersikap Hati-Hati di Tengah Ketegangan
Ketegangan AS-Iran memanas menyusul pernyataan dan pergerakan militer Amerika Serikat. Situasi ini bertepatan dengan laporan media bahwa Washington telah memberi tahu sekutunya tentang kemungkinan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat.
Sebagai respons, Teheran mengancam akan meluncurkan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bisa menyasar pangkalan AS dan Israel. Di tengah ancaman ini, upaya mediasi dilakukan oleh negara-negara regional untuk mencegah konflik skala penuh.
Sikap hati-hati ditunjukkan oleh negara-negara Teluk yang dilaporkan menolak mengizinkan wilayah udara atau perairan mereka digunakan untuk aksi militer terhadap Iran, mencerminkan kekhawatiran akan eskalasi yang tidak terkendali.
Artikel Terkait
Gelombang Demo No Kings Guncang AS: Jutaan Warga Desak Trump Mundur, Ini Pemicunya
Trump Ancam Hentikan Dukungan AS untuk NATO: Sekutu Dinilai Tidak Solid di Krisis Iran
Serangan Houthi ke Israel: Dampak, Analisis, dan Eskalasi Konflik Timur Tengah
Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz: Penyebab, Dampak, dan Solusi Diplomasi