Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Geng Solo Oligarki Parcok Ditarget
Aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung selama hampir empat jam, Jumat (30/1/2026) malam, di Kertanegara.
Said Didu menyebut pertemuan itu membahas agenda besar pengembalian kedaulatan negara yang selama ini, menurutnya, telah dirampas oleh oligarki.
Hal tersebut disampaikan Said Didu dalam pernyataannya di kanal YouTube YouTuber Pejuang, Minggu (1/2/2026) di depan sejumlah orang.
Said Didu mengaku datang dengan membawa mandat moral untuk menyampaikan rencana pembentukan gerakan di luar pemerintahan guna merebut kembali kedaulatan rakyat.
“Saya melaporkan langsung bahwa kami di luar akan menghimpun diri dalam gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat. Dan saya kaget, Presiden langsung menyatakan bahwa keresahan itu juga dirasakan di dalam,” kata Said Didu.
Menurutnya, Presiden Prabowo memahami bahwa kondisi Indonesia saat ini rusak karena kedaulatan politik, ekonomi, hukum, dan sumber daya alam telah diambil alih oleh segelintir elite.
Said Didu menegaskan, gerakan tersebut bukan untuk menjadi pendukung kekuasaan, melainkan murni gerakan kedaulatan.
“Kami bukan ternak siapa pun. Kami adalah ternak kedaulatan. Siapa pun yang merampas kedaulatan, akan kami hadapi,” tegasnya.
Menyebut Gedung DPR Sebagai "Mall Pedagang Kedaulatan"
Said Didu secara terbuka menyebut aktor-aktor yang ia anggap sebagai “pedagang kedaulatan”.
Menurutnya, pedagang kedaulatan terbesar berada di partai politik dan DPR, disusul kelompok yang ia sebut sebagai Parcok dan Parjo.
“Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mall pedagang kedaulatan. Dagangannya satu: kedaulatan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan pola oligarki yang dinilainya merusak negara, mulai dari membujuk legislator membuat aturan, memperoleh konsesi lahan dan tambang, menguasai perbankan, hingga mengeruk keuntungan di pasar modal.
Artikel Terkait
Strategi Politik Jokowi: Dukungan ke PSI & Dinasti Gibran Menuju 2034
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim Saat Sakit?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Bahas Pemilu dan Hukum di Pertemuan Malam
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Dinilai Adu Domba & Melemahkan Polri