Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS!
Kesepakatan damai yang sempat dicapai pada Juni lalu resmi hancur berantakan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka menyatakan bahwa negaranya kini berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan keras Pezeshkian dilontarkan pada Senin (20/7/2026), menyusul gelombang serangan udara militer AS yang menghantam sejumlah wilayah strategis di bagian utara dan tengah Iran.
"Kenyataannya adalah hari ini Republik Islam Iran tengah terlibat dalam perang skala penuh," tegas Pezeshkian.
Selat Hormuz Dikepung, Harga Minyak Meroket
Runtuhnya kesepakatan gencatan senjata ini langsung mengirim sinyal bahaya ke pasar global. Harga minyak dunia melonjak drastis ke level tertinggi dalam sebulan terakhir menyusul memanasnya perebutan kendali di Selat Hormuz—jalur urat nadi yang melayani seperlima pasokan minyak mentah dunia.
Sebagai bentuk perlawanan, Teheran kembali memblokade penuh Selat Hormuz. Langkah ini dibalas setimpal oleh Washington yang langsung menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan