Iran berulang kali mengisyaratkan bahwa pangkalan militer AS di negara-negara Teluk akan menjadi target sah jika terjadi serangan. Kenangan serangan drone Iran ke fasilitas minyak Aramco Arab Saudi pada 2019 dan serangan ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Juni lalu masih membekas.
Ancaman ini dinilai sangat nyata. Iran memiliki kemampuan dan motivasi tinggi untuk menyerang infrastruktur vital negara-negara yang menampung pasukan AS, mengingat perang ini akan dianggap penting bagi kelangsungan rezim.
Risiko Destabilisasi Ekonomi dan Keamanan
Selain ancaman militer langsung, negara-negara Teluk juga menghadapi risiko destabilisasi ekonomi yang parah:
- Krisis Pengungsi: Konflik dapat memicu gelombang pengungsi dari Iran ke negara tetangga seperti Uni Emirat Arab.
- Gangguan Pasokan Minyak: Iran mengancam akan memblokir Selat Hormuz secara "cerdas", yang akan melonjakkan harga minyak global dan premi asuransi, memicu inflasi dunia.
- Pelarian Modal dan Talenta: Ancaman perang akan mengusir investasi asing dan talenta global yang sedang dicari negara-negara Teluk untuk diversifikasi ekonomi.
Momok Perlombaan Senjata Nuklir
Skenario terburuk lainnya adalah dorongan bagi Iran untuk mengembangkan senjata nuklir jika merasa terancam eksistensinya. Hal ini akan memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan, memaksa Arab Saudi dan UEA untuk membangun kemampuan penangkal sendiri yang justru menjerumuskan Timur Tengah ke dalam ketidakstabilan baru yang berbahaya.
Kesimpulan: Kepentingan Strategis Menghindari Perang
Bagi negara-negara Arab, terutama di kawasan Teluk, mencegah serangan AS ke Iran adalah soal realpolitik dan kelangsungan ekonomi mereka. Ketakutan terhadap hegemoni Israel yang tak terkendali, pembalasan militer Iran, dan kehancuran stabilitas kawasan menjadi faktor pendorong utama diplomasi perdamaian mereka. Perang justru akan membuka kotak Pandora yang konsekuensinya jauh lebih mengerikan daripada menjaga status quo yang ada saat ini.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu