Mengapa Negara-Negara Arab Khawatir Iran Diserang? Ancaman Hegemoni Israel dan Kekacauan Kawasan
Penumpukan besar-besaran kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah memicu spekulasi serangan ke Iran. Namun, negara-negara Arab di kawasan justru aktif melakukan diplomasi untuk mencegahnya. Analis menyebut, kekhawatiran terbesar mereka adalah bangkitnya hegemoni Israel yang tak terbendung jika rezim Iran tumbang.
Diplomasi Intensif untuk Cegah Konflik Terbuka
Arab Saudi, Qatar, Oman, bersama Turki dan Mesir, telah terlibat dalam diplomasi intens sejak Januari untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran. Menurut analis, motifnya bukan simpati pada Iran, melainkan kesadaran bahwa mereka akan berada di garis depan pembalasan Iran dan menghadapi ketidakpastian pasca-konflik.
Anna Jacobs Khalaf dari Arab Gulf States Institute menyatakan, negara-negara Teluk mungkin ingin melihat pengaruh Iran melemah, tetapi lebih khawatir pada skenario kekacauan dan bangkitnya unsur-unsur yang lebih radikal di Iran.
Ancaman Hegemoni Israel yang Ekspansionis
Analis Galip Dalay dari Chatham House menegaskan, dengan melemahnya Iran, Israel akan menjadi kekuatan hegemon utama tanpa pesaing. "Bagi para pemimpin Timur Tengah, ancaman terbesar kini adalah Israel yang ekspansionis dan agresif," tulisnya.
Pendapat senada disampaikan Bader al-Saif, profesor sejarah Universitas Kuwait. Ia mengatakan netralisasi rezim Iran berpotensi menciptakan hegemoni Israel yang tak tertandingi, sebuah skenario yang justru merugikan kepentingan negara-negara Teluk Arab.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan