Restu AS Bebaskan Israel dari Iuran Board of Peace (BoP): Bukti Hegemoni dan Ketimpangan?
Keputusan Amerika Serikat (AS) yang membebaskan Israel dari kewajiban membayar iuran kepada Board of Peace (BoP) mengundang sorotan tajam. Analis menilai langkah ini menjadi bukti nyata adanya sentralisasi kekuasaan dan pengaruh hegemonik yang kuat dalam organisasi tersebut.
Analisis Pakar: BoP Dicengkeram Logika Kekuatan, Bukan Keadilan
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Agung Nurwijoyo, menyatakan bahwa persetujuan AS ini mencerminkan sentralisasi kekuasaan yang berlebihan pada satu aktor hegemonik. "Kondisi ini membuat BoP gagal berfungsi sebagai mekanisme keamanan kolektif yang sehat," ujarnya.
Agung menjelaskan, alih-alih mengedepankan kerja sama setara, BoP justru terjebak dalam logika hierarki. "Keputusan strategis tampak ditentukan oleh preferensi satu kekuatan besar," tambahnya.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan