Blok Sunni Baru Pimpinan Turki-Mesir: Ancaman Geopolitik Terbaru bagi Israel?
Sebuah analisis politik Israel memperingatkan adanya pergeseran geopolitik terselubung yang dipimpin oleh Turki dan Mesir. Koalisi ini disebut bertujuan membentuk aliansi regional negara-negara Ahlus Sunnah (Sunni) yang dapat membentuk ulang dinamika kekuasaan di Timur Tengah dan mengisolasi Israel.
Laporan Intelijen: Dari Ancaman Iran ke "Cincin Sunni"
Laporan dari platform berita Israel, Mida, yang merujuk penelitian Gatestone Institute, menyimpulkan bahwa sementara perhatian dunia terfokus pada Iran, sebuah diplomasi paralel sedang berlangsung. Proses ini berpotensi membawa konsekuensi strategis jangka panjang yang signifikan bagi Israel dan Amerika Serikat.
Analisis tersebut mengklaim bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan telah meluncurkan inisiatif diplomatik ekstensif. Tujuannya adalah memperkuat kerja sama negara-negara mayoritas Sunni di bawah arahan Ankara, menciptakan sebuah blok politik dan strategis terkoordinasi yang dijuluki "cincin Sunni" yang mengelilingi Israel.
Rekonsiliasi Turki-Mesir dan Pakta Militer Bernilai Miliaran
Poin kunci dalam laporan ini adalah membaiknya hubungan Turki-Mesir, setelah lebih dari satu dekade persaingan. Kunjungan Erdoğan ke Kairo pada awal 2026 menghasilkan penandatanganan perjanjian kerangka kerja militer senilai 350 juta dolar AS. Kerja sama ini mencakup produksi senjata bersama, pertukaran intelijen, dan latihan militer gabungan.
Peran strategis Mesir dinilai sangat vital. Dengan kendali atas Terusan Suez dan pengaruhnya di Afrika Utara serta Mediterania, partisipasi Kairo dapat memberikan pengaruh logistik atas rute maritim yang penting bagi perekonomian Israel.
Artikel Terkait
Iran Tuduh AS & Israel Pakai Propaganda Goebbels Jelang Perundingan Nuklir 2026
AS Bebaskan Israel dari Iuran Board of Peace: Analisis Hegemoni dan Ketimpangan dalam Diplomasi Global
AS Tuduh Iran Kembangkan Rudal Jarak Jauh: Ancaman untuk Eropa dan Amerika?
Puluhan Jet Tempur AS Termasuk F-35 di Yordania: Analisis Ketegangan & Pernyataan Raja Abdullah