Ancaman Nuklir dan Pergeseran Ancaman Strategis
Analis Israel menyoroti faktor lain yang memperbesar ancaman: pakta pertahanan Arab Saudi-Pakistan yang baru disepakati. Jika Turki berhasil merangkul kedua negara ini ke dalam bloknya, kemampuan senjata nuklir Pakistan akan menjadi ancaman eksistensial baru bagi Israel, yang selama ini hanya berfokus pada Iran.
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah menggaungkan kekhawatiran ini, menyatakan bahwa Turki, dengan dukungan Qatar, berpotensi menggantikan Iran sebagai ancaman strategis utama.
Pandangan Pakta: Perubahan Peta Strategis dalam Sekejap
Steven Cook, pakar dari Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR), memberikan peringatan keras. "Israel telah lama mengkalibrasi strategi pertahanannya sesuai dengan kemampuan Iran. Namun, jika Turki berhasil mempengaruhi Arab Saudi atau memperkuat hubungannya dengan Pakistan, peta strategisnya akan berubah dalam sekejap," tulis Cook.
Cook menambahkan, "Ini bukan hanya tentang rudal yang berasal dari Iran lagi—ini tentang dunia Sunni dengan kemampuan nuklir."
Kesimpulan: Ketakutan Israel yang Kian Nyata
Laporan ini merefleksikan perdebatan intens di kalangan strategis Israel mengenai pergeseran aliansi regional. Ancaman tradisional dari blok Syiah pimpinan Iran kini mungkin akan diimbangi—atau bahkan dilampaui—oleh tantangan baru dari blok negara-negara Sunni yang terkoordinasi dan dipersenjatai, yang dipelopori oleh Turki dan Mesir. Dinamika ini berpotensi mengubah seluruh kalkulasi keamanan dan politik di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu