Secara terpisah, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyampaikan pesan tegas. Ia menyatakan bahwa AS hanya memiliki dua pilihan: menjalani diplomasi yang menghormati martabat dan kepentingan nasional Iran, atau menghadapi respons yang keras.
Qalibaf menegaskan bahwa Iran siap berunding selama hak-haknya dihormati. Namun, ia juga memperingatkan akan ada “pukulan keras” bila Washington memilih jalur militer atau taktik yang dianggap menipu dan tidak menghormati kedaulatan Iran.
Masa Depan Perundingan Nuklir Iran-AS
Putaran ketiga perundingan langsung antara Iran dan AS dijadwalkan berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman. Hingga saat ini, belum ada terobosan signifikan yang dicapai dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Ketegangan ini meninggalkan tanda tanya besar tentang masa depan kesepakatan nuklir. Analis mempertanyakan langkah AS selanjutnya jika jalur diplomasi benar-benar menemui jalan buntu, apakah akan menempuh aksi tekanan militer terbatas atau justru mengeskalasi strategi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Kongres AS Selidiki Kematian Misterius 11 Ilmuwan: Pentagon, FBI, NASA Diminta Klarifikasi
Iran Tolak Perundingan Damai dengan AS: Penyebab, Ancaman Trump & Dampaknya
Trump Tolak Cabut Blokade Pelabuhan Iran: Syarat & Dampak Terkini 2026
Peringatan Gempa M8+ di Jepang: Waspada Tsunami di 182 Kota Pasca Gempa M7.4