Di Abu Dhabi, langit malam dipenuhi cahaya dari sistem pertahanan udara yang aktif mencegat proyektil. Dalam satu hari, UEA menghadapi setidaknya 131 drone dan 6 rudal balistik. Sementara di Bahrain, sebuah kilang minyak utama di Pulau Sitra terkena serangan yang memicu kebakaran. Otoritas setempat menyatakan api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban luka, meski tingkat kerusakan masih dalam peninjauan.
Kecaman Internasional dan Dampak Global
Negara-negara Teluk Arab bersama Amerika Serikat mengecam serangan Iran sebagai pelanggaran hukum internasional dan menegaskan hak untuk membela diri. Menanggapi eskalasi, AS menangguhkan operasional Kedutaan Besarnya di Kuwait City dan membatasi layanan di beberapa misi diplomatik lain di kawasan.
Ketegangan ini juga berdampak langsung pada pasar energi global. Lalu lintas kapal tanker minyak tertahan di sekitar Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia, mengancam gangguan pasokan dan kenaikan harga.
Kesimpulan
Eskalasi serangan Iran ke negara-negara Teluk menandai babak baru konflik yang berpotensi meluas. Dampaknya tidak hanya terasa pada keamanan regional dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mulai menggoyahkan stabilitas ekonomi global melalui gangguan di jalur energi strategis. Situasi ini terus berkembang dan memerlukan pemantauan ketat.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu