Reza Pahlavi Serukan "Perang Salib" ke Iran, Dorong Eropa Bergabung dengan AS dan Israel
MULTAQOMEDIA.COM - Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran terakhir yang hidup dalam pengasingan di Amerika Serikat, secara mengejutkan menyerukan "perang salib" melawan pemerintah Iran. Seruan ini ia sampaikan dalam panggilan telepon yang ternyata adalah prank oleh komedian Rusia Vovan dan Lexus yang menyamar sebagai Kanselir Jerman.
Dalam rekaman yang viral di media sosial X, Pahlavi dengan tegas mendesak negara-negara Eropa untuk bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam menyerang Teheran. "Eropa harus bergabung dalam perang salib melawan rezim (Iran)," ujarnya.
Ajakan untuk Gulingkan Pemerintah dan Janji Kembali ke Iran
Reza Pahlavi juga menggunakan momen tersebut untuk menyerukan kepada rakyat Iran agar menggulingkan pemerintah yang berkuasa. Ia menilai kondisi saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjatuhkan pemerintahan yang menggulingkan ayahnya dalam Revolusi Iran 1979.
Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Iran dan memimpin pemerintahan transisi. Pahlavi menegaskan bahwa otoritas yang saat ini memimpin di Teheran tidak memiliki legitimasi yang sah di matanya.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan