AS Incar Minyak Iran, Senator: "Kita Akan Dapat Banyak Uang Jika Rezim Jatuh"
Serangan Amerika Serikat ke Iran diduga kuat tidak hanya terkait isu nuklir. Analisis mendalam mengungkap motif ekonomi yang lebih besar, yaitu keinginan AS untuk menguasai cadangan minyak mentah Iran yang melimpah.
Pernyataan Kontroversial Senator AS Soal Keuntungan Minyak
Motif ekonomi ini tergambar jelas dari pernyataan Senator senior AS dari Partai Republik, Lindsey Graham. Dalam wawancara dengan Fox News, Graham menyatakan bahwa AS akan mengendalikan hampir sepertiga minyak dunia dan meraih keuntungan rekor jika berhasil menggulingkan pemerintahan Iran.
Pernyataan ini disampaikan saat harga minyak global melonjak melewati $100 per barel, didorong oleh ketegangan perang yang diluncurkan AS dan Israel pada akhir Februari.
Mimpi Kendalikan Cadangan Minyak Dunia
Graham dengan gamblang menjelaskan visi geopolitik AS. "Ketika rezim ini jatuh, kita akan memiliki Timur Tengah yang baru, kita akan menghasilkan banyak uang. Tidak ada yang akan mengancam Selat Hormuz lagi," ujarnya. Dia menambahkan bahwa AS berencana memasang pemerintahan yang "ramah" di Teheran.
Artikel Terkait
AS Kecewa Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran: Dampak Harga Minyak & Ancaman Pembalasan
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Baru: Latar Belakang, Proses, dan Proyeksi Kebijakan
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran: AS & Israel Ancam Lanjutkan Serangan
Panic Buying BBM Global: Dampak Konflik AS-Iran di Selat Hormuz & Negara Terdampak