Lebih lanjut, Graham menghubungkan dengan upaya AS di Venezuela. "Venezuela dan Iran memiliki 31% cadangan minyak dunia. Kita akan menjalin kemitraan dengan 31% cadangan yang diketahui. Ini adalah mimpi buruk bagi China. Ini adalah investasi yang baik," klaimnya.
Dampak Langsung pada Pasar Energi Global
Iran telah membalas dengan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk pengiriman minyak global. Tindakan ini disertai serangan terhadap beberapa kapal tanker, yang semakin mengganggu pasokan energi dunia dan mendorong kenaikan harga.
Militer Iran juga dilaporkan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk. Teheran mengecam perang ini sebagai agresi tanpa provokasi dan bersumpah tidak akan menyerah tanpa syarat.
Harga Minyak Meroket di Tengah Gejolak
Pasar minyak bereaksi sangat tajam terhadap konflik ini. Seperti dilaporkan CNBC Internasional, harga minyak mentah sempat melonjak di atas $110 per barel setelah beberapa produsen energi Timur Tengah mengumumkan rencana pemangkasan produksi. Ketegangan ini memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas harga energi global ketika konflik terjadi di kawasan penghasil minyak.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan