Korban Luka Israel Capai 3.000 Jiwa, Perang dengan Iran Masuk Hari ke-14
Otoritas Israel dilaporkan menolak merilis angka kematian warganya pasca serangan balasan dari Iran. Namun, data resmi dari Kementerian Kesehatan Israel mengungkapkan jumlah korban luka-luka, termasuk dalam kondisi kritis, telah mencapai hampir tiga ribu orang sejak konflik pecah.
Berdasarkan pernyataan resmi yang dikutip dari Anadolu Agency pada Jumat (13/3/2026), tercatat sebanyak 2.975 warga Israel telah dilarikan ke rumah sakit akibat serangan rudal dan drone Iran. Pada hari yang sama, dilaporkan sembilan orang berada dalam kondisi koma serius.
Konflik bersenjata antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran ini telah memasuki hari ke-14, terhitung sejak serangan pertama pada 28 Februari 2026. Iran disebut berada dalam posisi bertahan menghadapi agresi gabungan AS dan Israel, namun tetap melancarkan perlawanan balasan.
Serangan balasan Iran tidak hanya menyasar wilayah pendudukan Israel di Palestina, tetapi juga menargetkan pangkalan militer dan aset-aset penting AS yang berada di beberapa negara Teluk Arab.
Hingga dua pekan pertempuran, belum terlihat tanda-tanda pihak AS dan Israel akan menghentikan serangan. Di sisi lain, Iran dinilai masih memiliki kemampuan pertahanan dan perlawanan yang signifikan, dengan terus meluncurkan drone serbu serta rudal berdaya ledak tinggi. Iran juga dikabarkan masih mempertahankan penguasaan dan penutupan total atas Selat Hormuz, jalur laut vital untuk transportasi minyak global.
Artikel Terkait
Video Netanyahu Diduga Deepfake AI: 3 Kejanggalan Visual Ini Buktinya
6 Awak Pesawat Tanker KC-135 AS Tewas Jatuh di Irak: Kronologi & Fakta Lengkap
Kabar Koma Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei & Ancaman Tutup Selat Hormuz
Isu Netanyahu Tewas: Fakta, Bantahan, dan Analisis Terkini Pasca Serangan Iran