Rencana Pengawalan Kapal dan Penolakan Sekutu
Awalnya, AS berencana mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, rencana itu kandas karena ketidaksiapan menghadapi konflik langsung. Strategi AS kemudian berganti dengan mengajak sekutu, namun langkah ini juga tidak mendapat respons kuat dari negara-negara Eropa maupun NATO.
Dampak Ekonomi dan Komitmen 22 Negara
Tekanan domestik di AS semakin meningkat akibat potensi kenaikan harga minyak dan BBM jika Selat Hormuz terus ditutup. Di sisi lain, muncul pernyataan bersama dari 22 negara yang menyatakan kesiapan menjaga Selat Hormuz. Namun, komitmen ini masih perlu pembuktian di lapangan.
Faisal memperingatkan, jika komitmen militer tersebut benar-benar dilaksanakan, perang berpotensi meluas dan semakin tidak terkendali. "Artinya perang akan semakin berkobar, perang akan semakin tidak terkendali, dan itu akan melibatkan banyak negara," tegasnya.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan