Trump Konfirmasi Laporan CIA: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Diduga Gay
Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai dinamika kekuasaan di Timur Tengah. Dalam wawancara eksklusif, Trump mengonfirmasi laporan intelijen CIA yang menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, diduga merupakan seorang gay.
Konfirmasi Trump di Fox News Soal Laporan Intelijen CIA
Dalam penampilannya di acara "The Five" Fox News, Trump ditanya langsung oleh pembawa acara Jesse Watters mengenai kebenaran laporan yang menyebut "Ayatollah Jr." itu gay. Trump menjawab tanpa ragu, "Mereka (CIA) memang mengatakan itu. Saya pikir banyak orang juga mengatakannya. Hal ini membuatnya memulai posisinya dengan sangat buruk di negara tersebut."
Pernyataan ini merujuk pada hukum syariah ketat di Iran yang tidak memperkenankan seorang gay memegang tampuk kepemimpinan tertinggi.
Isi Laporan Rahasia CIA Tentang Mojtaba Khamenei
Laporan intelijen AS yang bocor tersebut mengungkap beberapa klaim sensitif:
- Mojtaba Khamenei diduga terlibat hubungan jangka panjang dengan tutor laki-lakinya sejak masa muda.
- Mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah lama mencurigai orientasi seksual putranya dan sempat melarangnya untuk naik takhta.
- Informasi ini disebut berasal dari "sumber yang paling dilindungi oleh pemerintah AS."
- Spekulasi ini pernah digunakan oleh lawan politik Mojtaba untuk menjegal kenaikannya pada Maret 2026.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan