Dampak Krisis Selat Hormuz dan Operasi Militer AS-Israel
Ketegangan ini mencuat di tengah operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang telah berlangsung selama sebulan terakhir. Ketiadaan komitmen konkret dari sekutu Barat untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz disebut Trump sebagai bukti nyata lemahnya solidaritas.
Padahal, tersendatnya lalu lintas di jalur pelayaran vital tersebut telah memicu lonjakan harga energi global. Selat Hormuz dikenal sebagai arteri utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar dunia.
Sebut NATO "Macan Kertas" dan Anggota "Pengecut"
Sebelumnya, Trump telah melontarkan kritik pedas dengan menyebut anggota NATO pengecut. Ia menggambarkan aliansi itu sebagai "macan kertas" tanpa kehadiran dan dukungan Amerika Serikat.
Dalam unggahan di platform Truth Social, ia menegaskan bahwa AS tidak membutuhkan apa pun dari NATO. Trump menuding negara-negara anggota sama sekali tidak melakukan apa pun untuk membela kepentingan Washington dalam Perang Iran.
Ancaman dan kritik keras Trump ini kembali mempertanyakan masa depan hubungan transatlantik dan soliditas NATO di tengah gejolak keamanan global yang semakin kompleks.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan