Pemecatan George bukanlah yang pertama. Sejak menjabat, Menhan Hegseth dilaporkan telah mencopot lebih dari selusin perwira tinggi. Daftar nama yang terkena dampak termasuk Wakil Kepala Staf AU Jenderal James Slife, Kepala Badan Intelijen Pertahanan Letnan Jenderal Jeffrey Kruse, dan Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti.
Para pengamat menilai langkah ini sebagai bagian dari evaluasi besar-besaran di tubuh militer AS. Evaluasi ini didorong oleh dinamika konflik dengan Iran yang dinilai belum mencapai target strategis Washington.
Pengganti KSAD dan Latar Belakang Ketegangan
Posisi KSAD kini diisi oleh Jenderal Christopher LaNeve, yang sebelumnya bertugas sebagai ajudan militer Menhan Hegseth. Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan AS-Iran sejak akhir Februari 2026.
Ketegangan ditandai dengan serangan dan serangan balasan di kawasan Timur Tengah. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran juga mengumumkan sejumlah operasi rudal dan drone yang menargetkan kepentingan AS dan Israel.
Analisis Tekanan Internal dan Konsolidasi Pemerintahan
Situasi ini memicu spekulasi adanya tekanan internal di Pentagon mengenai efektivitas strategi militer AS. Meski demikian, pemerintah AS belum memberikan pernyataan resmi yang secara langsung mengaitkan pemecatan George dengan hasil operasi militer di Iran.
Perombakan di tubuh militer berlangsung bersamaan dengan perubahan di jajaran pemerintahan, termasuk penggantian Jaksa Agung oleh Presiden Donald Trump. Perkembangan ini menandai periode konsolidasi di lingkaran pertahanan dan keamanan nasional AS.
Artikel Terkait
Dubes Iran Serukan Persatuan Sunni-Syiah: Bersatu Hadapi Israel dan AS
Christina Maria Plante Ditemukan Selamat Setelah 32 Tahun, Ini Fakta Cold Case Arizona Terpecahkan
Ancaman Panglima AD Iran ke AS: Tak Ada Pasukan Musuh yang Akan Selamat Jika Invasi Darat
Serangan Israel Hancurkan Pabrik Baja Khuzestan & Mobarakeh Iran, Pemulihan 1 Tahun