Gencatan Senjata Israel-Lebanon di Ujung Tanduk, Hizbullah Siap Membalas
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berada di ambang kehancuran. Pasukan Israel dilaporkan terus melakukan pelanggaran dengan menyerang Lebanon Selatan, padahal kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak Jumat, 17 April 2024.
Media Lebanon melaporkan serangkaian serangan Israel yang menargetkan daerah permukiman dan kendaraan di Lebanon Selatan. Pelanggaran ini terjadi meskipun gencatan senjata tengah berlaku.
Hizbullah Tidak Akan Diam
Menanggapi hal ini, Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Komati, menyatakan kelompoknya tidak akan tinggal diam. "Kami tidak akan membatasi diri dengan gencatan senjata dan kami tidak akan kembali ke apa yang biasa kami tanggung, berapa pun ongkosnya," tegas Komati dalam konferensi pers, Minggu (19/4/2026).
Komati menambahkan bahwa pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, telah diberi tahu mengenai rencana aksi terperinci untuk tahap selanjutnya. Hizbullah juga menegaskan akan berdiri dengan kebijakan sendiri jika pemerintah Lebanon melanjutkan negosiasi langsung dengan Israel, yang dianggapnya merugikan kepentingan Lebanon.
Artikel Terkait
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu
Trump Murka pada Netanyahu: Ancaman Penjara dan Kritik Pedas soal Perang Lebanon