MULTAQOMEDIA.COM - Upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Presiden Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru yang diajukan oleh Teheran.
Proposal terbaru Iran mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklir ditunda hingga perang berakhir dan sengketa pelayaran di Teluk terselesaikan. Namun, seorang pejabat AS yang mengetahui diskusi internal di Gedung Putih mengungkapkan bahwa Trump menginginkan isu nuklir dibahas sejak awal, bukan ditunda ke tahap akhir negosiasi.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyampaikan pandangannya tentang kondisi Iran saat ini.
"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Keruntuhan'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' secepat mungkin, karena mereka mencoba menyelesaikan masalah kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!)," tulis Trump, dikutip dari Reuters, Rabu 29 April 2026.
Hingga saat ini, belum jelas bagaimana Iran menyampaikan pesan tersebut, dan belum ada tanggapan resmi dari pihak Teheran mengenai pernyataan itu.
Artikel Terkait
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal
Donald Trump Kecam Aksi Militer Israel di Lebanon: Tanpa AS, Tidak Akan Ada Israel