Dalam beberapa kesempatan, Trump juga menyebut adanya perpecahan di kepemimpinan Iran dalam mengambil keputusan terkait perundingan damai putaran kedua. Hal ini menimbulkan kebingungan mengenai siapa yang sebenarnya memiliki wewenang untuk menentukan sikap.
Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, sebuah pernyataan yang sebenarnya juga disetujui oleh Iran. Teheran berulang kali menegaskan bahwa program pengayaan uraniumnya ditujukan untuk kepentingan sipil, yaitu energi.
Masalahnya, AS tidak percaya bahwa program pengayaan uranium yang dijalankan Iran tidak diarahkan untuk membuat senjata nuklir.
Otoritas Iran juga berulang kali menegaskan bahwa negaranya berhak mengembangkan energi nuklir damai seperti yang dimiliki negara lain. Hak ini harus dihormati sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan perundingan damai dengan AS.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan