Dalam beberapa kesempatan, Trump juga menyebut adanya perpecahan di kepemimpinan Iran dalam mengambil keputusan terkait perundingan damai putaran kedua. Hal ini menimbulkan kebingungan mengenai siapa yang sebenarnya memiliki wewenang untuk menentukan sikap.
Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, sebuah pernyataan yang sebenarnya juga disetujui oleh Iran. Teheran berulang kali menegaskan bahwa program pengayaan uraniumnya ditujukan untuk kepentingan sipil, yaitu energi.
Masalahnya, AS tidak percaya bahwa program pengayaan uranium yang dijalankan Iran tidak diarahkan untuk membuat senjata nuklir.
Otoritas Iran juga berulang kali menegaskan bahwa negaranya berhak mengembangkan energi nuklir damai seperti yang dimiliki negara lain. Hak ini harus dihormati sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan perundingan damai dengan AS.
Artikel Terkait
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal
Donald Trump Kecam Aksi Militer Israel di Lebanon: Tanpa AS, Tidak Akan Ada Israel