"Longsor yang terjadi kemungkinan bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian kegagalan lereng yang bisa berlanjut. Penilaian cepat stabilitas lereng dan pemetaan zona bahaya menjadi krusial saat ini," tegasnya.
Selain longsor gunung, sejumlah gedung di Filipina juga roboh saat gempa 7,8 magnitudo mengguncang. Guncangan gempa ini terasa hingga ke Sulawesi dan Kalimantan. Gempa yang berpusat di 16 mil barat daya Kablalan dengan kedalaman sekitar 10 km ini turut memicu peringatan tsunami di kawasan Pasifik.
Peringatan dini dikeluarkan terkait potensi gelombang tsunami setinggi 10 kaki yang diprediksi menghantam beberapa pantai di Filipina. Sementara itu, gelombang setinggi hingga tiga kaki diperkirakan dapat mencapai wilayah Indonesia dan Malaysia. Kepala lembaga Filipina, Teresito Bacolcol, seperti dikutip dari Fox10, mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
"Kami menyarankan masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau pergi lebih jauh ke pedalaman," ujar Teresito. Gempa yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pagi itu juga dilaporkan menghasilkan gelombang yang lebih kecil di Taiwan, Jepang, Guam, Papua Nugini, dan negara-negara kepulauan lainnya. Menurut keterangan polisi setempat, gempa ini tercatat sebagai gempa terkuat yang pernah melanda Filipina.
Artikel Terkait
IRGC Umumkan Operasi Nasr: Israel Akan Dihujani Drone dan Rudal Selama 7 Hari ke Depan
Israel Balas Serangan Iran: Ledakan Dahsyat Guncang Teheran dan Isfahan
Israel Tewaskan Jenderal AD Lebanon dalam Serangan Rudal di Nabatieh
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras