Intervensi tersebut tampaknya membuahkan hasil. Netanyahu kemudian mengumumkan bahwa Israel telah menghentikan serangan terhadap Iran untuk sementara waktu.
Itu merupakan panggilan telepon kedua Trump kepada Netanyahu dalam beberapa jam. Dalam percakapan sebelumnya, Trump juga mengarahkan pemimpin Israel itu untuk menghentikan serangan sebagai respons terhadap rentetan rudal yang ditembakkan Iran ke arah Israel.
Netanyahu menolak dalam panggilan pertama yang terjadi pada Ahad malam waktu bagian timur. "Sebaliknya, ia bersikeras Israel harus menanggapi serangan Iran," kata sumber Israel tersebut.
Trump kemudian meminta Netanyahu membatasi respons terhadap Iran demi menghindari eskalasi. Setelah itu, Israel menargetkan situs-situs di Iran yang mencakup fasilitas petrokimia penting.
Nada percakapan kali ini tidak sepanas panggilan antara kedua pemimpin negara yang terjadi pekan lalu. Panggilan sebelumnya berujung pada reaksi Trump yang mengumpat Netanyahu.
Dalam kedua percakapan telepon terakhir tersebut, Trump menekankan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran berada pada tahap akhir negosiasi. Trump menegaskan bahwa kembali berperang dapat menghambat upaya untuk menyelesaikan konflik secara diplomatis.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan