"Kesepakatan dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah itu, Selat Hormuz akan dibuka untuk semua," kata Trump di platform media sosial Truth Social.
Trump berharap proses negosiasi damai dengan Iran, termasuk program nuklir dan Selat Hormuz, berjalan lancar.
"Semoga proses ini berjalan cepat, mudah, dan lancar. Jika tidak, kami memiliki alternatif utama, semoga tidak akan pernah digunakan lagi," katanya, merujuk pada ancaman operasi militer.
Ini bukan pertama kalinya kedua pihak hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari. Dua isu utama yang menjadi hambatan adalah Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Selain itu, Iran ingin memasukkan konflik Israel-Lebanon dalam kesepakatan damai. Namun, AS tidak melibatkan Israel dalam kesepakatan tersebut.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan