Dalam rangkaian penyelidikan yang sama, kepolisian Irak telah menangkap sejumlah pejabat tinggi dan berhasil menemukan kembali dana negara yang hilang senilai lebih dari 100 juta dolar AS, serta berbagai barang berharga lainnya.
Aset-aset yang disita ini merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap Al Jumaili. Mantan pejabat tersebut ditahan pada bulan Mei dan secara resmi diberhentikan dari jabatannya pada tanggal 2 Juni.
Penyelidikan mencakup berbagai aktivitas sejak bulan Oktober lalu. Fokus utama kasus ini adalah dugaan bahwa Al Jumaili menyalahgunakan sumber daya negara dan memanipulasi kontrak pemerintah untuk mendapatkan suap serta keuntungan pribadi.
Penyitaan emas terbaru ini menyusul penemuan besar yang diumumkan pada Kamis lalu. Sebelumnya, pihak berwenang menemukan uang tunai senilai 14 miliar dinar Irak atau setara dengan US$10,6 juta yang disembunyikan di dalam saluran pembuangan air hujan.
Artikel Terkait
Iran Kembali Serang Pangkalan Militer AS di Yordania dengan Drone, Ini Kronologi Terbaru
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Operasi Baru Segera Dimulai
Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Strategis Iran-China-Rusia, Jalur Kereta Vital Lumpuh
AS Serang Iran di Selat Hormuz: Respons Rudal, 13 Ledakan Guncang Pesisir, Negosiasi Terancam